<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pondok Pesantren Daud Kholifatulloh Cabang Padang</title>
	<atom:link href="http://ponpesdaudpadang.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ponpesdaudpadang.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 May 2008 02:47:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ponpesdaudpadang.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Pondok Pesantren Daud Kholifatulloh Cabang Padang</title>
		<link>http://ponpesdaudpadang.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ponpesdaudpadang.wordpress.com/osd.xml" title="Pondok Pesantren Daud Kholifatulloh Cabang Padang" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ponpesdaudpadang.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pengemis Buta dan Rasulullah SAW</title>
		<link>http://ponpesdaudpadang.wordpress.com/2008/05/24/pengemis-buta-dan-rasulullah-saw/</link>
		<comments>http://ponpesdaudpadang.wordpress.com/2008/05/24/pengemis-buta-dan-rasulullah-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 May 2008 02:47:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ponpesdaudpadang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sirah]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya. Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ponpesdaudpadang.wordpress.com&amp;blog=3772862&amp;post=16&amp;subd=ponpesdaudpadang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya,</p>
<p>Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya.</p>
<p>Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW.</p>
<p>Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.</p>
<p>Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu, Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?</p>
<p>Aisyah RA menjawab,Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja. Apakah Itu?, tanya Abubakar RA.</p>
<p>Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana, kata Aisyah RA. Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu.</p>
<p>Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik, Siapakah kamu?</p>
<p>Abubakar RA menjawab,Aku orang yang biasa (mendatangi engkau).<br />
Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku, bantah si pengemis buta itu.<br />
Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah.<br />
Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku, pengemis itu melanjutkan perkataannya.</p>
<p>Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.</p>
<p>Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia&#8230;.</p>
<p>Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.</p>
<p>Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ponpesdaudpadang.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ponpesdaudpadang.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ponpesdaudpadang.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ponpesdaudpadang.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ponpesdaudpadang.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ponpesdaudpadang.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ponpesdaudpadang.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ponpesdaudpadang.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ponpesdaudpadang.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ponpesdaudpadang.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ponpesdaudpadang.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ponpesdaudpadang.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ponpesdaudpadang.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ponpesdaudpadang.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ponpesdaudpadang.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ponpesdaudpadang.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ponpesdaudpadang.wordpress.com&amp;blog=3772862&amp;post=16&amp;subd=ponpesdaudpadang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ponpesdaudpadang.wordpress.com/2008/05/24/pengemis-buta-dan-rasulullah-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/32d4b874589777f29a08862c0c289fc3?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ponpesdaudpadang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KUMPULAN SITUS BISNIS</title>
		<link>http://ponpesdaudpadang.wordpress.com/2008/05/20/kumpulan-situs-bisnis/</link>
		<comments>http://ponpesdaudpadang.wordpress.com/2008/05/20/kumpulan-situs-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 May 2008 14:27:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ponpesdaudpadang</dc:creator>
				<category><![CDATA[BISNIS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ponpesdaudpadang.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum wr wb. Ini adalah kumpulan situs bisnis, mudah-mudahan berguna Komunitas tangan diatas Ide Usaha WIrausaha Purdie Chandra Komunitas E U Bisnis dan Manajemen Situs Tung Desem Waringin Situs SWA : Bisnis, manajemen dan peluang usaha Berani gagal Jika ada yang ingin nambahkan, silahkan lampirkan di komentar<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ponpesdaudpadang.wordpress.com&amp;blog=3772862&amp;post=8&amp;subd=ponpesdaudpadang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum wr wb.</p>
<p>Ini adalah kumpulan situs bisnis, mudah-mudahan berguna</p>
<p><a href="http://tangandiatas.com" target="_blank">Komunitas tangan diatas</a></p>
<p><a href="http://idebisnisusaha.com">Ide Usaha</a></p>
<p><a href="http://Wirausaha.com" target="_blank">WIrausaha</a></p>
<p><a href="http://www.purdiechandra.net/">Purdie Chandra Komunitas E U </a></p>
<p><a href="http://hadisugito.fadla.or.id" target="_blank">Bisnis dan Manajemen </a></p>
<p><a href="http://www.dahsyat.com" target="_blank">Situs Tung Desem Waringin</a></p>
<p><a href="http://www.swa.co.id">Situs SWA</a> : Bisnis, manajemen dan peluang usaha</p>
<p><a href="http://beranigagal.blogspot.com" target="_blank">Berani gagal</a></p>
<p>Jika ada yang ingin nambahkan, silahkan lampirkan di komentar</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ponpesdaudpadang.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ponpesdaudpadang.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ponpesdaudpadang.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ponpesdaudpadang.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ponpesdaudpadang.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ponpesdaudpadang.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ponpesdaudpadang.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ponpesdaudpadang.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ponpesdaudpadang.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ponpesdaudpadang.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ponpesdaudpadang.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ponpesdaudpadang.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ponpesdaudpadang.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ponpesdaudpadang.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ponpesdaudpadang.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ponpesdaudpadang.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ponpesdaudpadang.wordpress.com&amp;blog=3772862&amp;post=8&amp;subd=ponpesdaudpadang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ponpesdaudpadang.wordpress.com/2008/05/20/kumpulan-situs-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/32d4b874589777f29a08862c0c289fc3?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ponpesdaudpadang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Hati Keras Membatu</title>
		<link>http://ponpesdaudpadang.wordpress.com/2008/05/20/mengapa-hati-keras-membatu/</link>
		<comments>http://ponpesdaudpadang.wordpress.com/2008/05/20/mengapa-hati-keras-membatu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 May 2008 12:38:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ponpesdaudpadang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausyiah Center]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ponpesdaudpadang.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa Hati Keras Membatu ? Hati adalah sumber penalaran, tempat pertimbangan, tumbuhnya cinta dan benci, keimanan dan kekufuran, taubat dan keras kepala, ketenangan dan kegoncangan. Hati juga sumber kebahagiaan, jika kita mampu membersihkannya, namun sebaliknya merupakan sumber bencana jika menodainya. Aktivitas badan sangat tergantung lurus bengkoknya hati. Abu Hurairah Radhiallaahu anhu berkata, &#8220;Hati adalah raja, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ponpesdaudpadang.wordpress.com&amp;blog=3772862&amp;post=5&amp;subd=ponpesdaudpadang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;color:black;">Mengapa Hati Keras Membatu ?</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;color:black;">H</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">ati adalah sumber penalaran, tempat pertimbangan, tumbuhnya cinta dan benci, keimanan dan kekufuran, taubat dan keras kepala, ketenangan dan kegoncangan.</p>
<p>Hati juga sumber kebahagiaan, jika kita mampu membersihkannya, namun sebaliknya merupakan sumber bencana jika menodainya. Aktivitas badan sangat tergantung lurus bengkoknya hati. Abu Hurairah Radhiallaahu anhu berkata, &#8220;Hati adalah raja, sedangkan anggota badan adalah tentara. Jika raja itu bagus, maka akan bagus pula tentaranya. Jika raja itu buruk, maka akan buruk pula tentaranya.&#8221;</p>
<p>Tanda-Tanda Kerasnya Hati</p>
<p>Hati yang keras memiliki tanda-tanda yang bisa dikenali, di antara yang terpenting sebagai berikut :</p>
<p></span><span class="fullpost"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;">1. Malas Melakukan Ketaatan dan Amal Kebaikan</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;"><br />
</span><span class="fullpost"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">Terutama malas untuk menjalankan ibadah, bahkan mungkin meremehkan nya, melakukan shalat asal-asalan tanpa ada kekhusyukan dan kesungguhan, merasa berat dan enggan, merasa berat pula menjalankan ibadah-ibadah sunnah. Allah telah menyifati kaum munafiqin. Firman-Nya, artinya,</span></span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"><br />
<span class="fullpost"><em>“Dan mereka tidak mengerjakan shalat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.” </em>(At-Taubah : 54)</span></p>
<p></span><span class="fullpost"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;">2. Tidak Tersentuh Oleh Ayat Al-Qur&#8217;an dan Petuah</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;"><br />
</span><span class="fullpost"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">Ketika disampaikan ayat-ayat yang berkenaan dengan janji dan ancaman Allah, maka tidak terpengaruh sama sekali, tidak mau khusyu&#8217; atau tunduk, dan juga lalai dari membaca al-Qur&#8217;an serta mendengarkannya, bahkan enggan dan berpaling darinya. Sedang kan Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala telah memperingatkan, artinya,</span></span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"><br />
<span class="fullpost"><em>“Maka beri peringatanlah dengan al-Qur&#8217;an orang yang takut kepada ancaman-Ku.” </em>(Qaaf : 45)</span></p>
<p></span><span class="fullpost"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;">3. Tidak Tersentuh dengan Ayat Kauniyah</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;"><br />
</span><span class="fullpost"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">Tidak tergerak dengan adanya peristiwa-peristiwa yang dapat memberikan pelajaran, seperti kematian, sakit, bencana dan semisalnya. Dia memandang kematian atau orang yang sedang diusung ke kubur sebagai sesuatu yang tidak ada apa-apanya, padahal cukuplah kematian itu sebagai nasihat.</span></span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"><br />
<span class="fullpost"><em>“Dan tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?”</em> (At-Taubah :126)</span></p>
<p></span><span class="fullpost"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;">4. Berlebihan Mencintai Dunia dan Melupakan Akhirat</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;"><br />
</span><span class="fullpost"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">Himmah dan segala keinginannya tertumpu untuk urusan dunia semata. Segala sesuatu ditimbang dari sisi dunia dan materi. Cinta, benci dan hubungan dengan sesama manusia hanya untuk urusan dunia saja. Ujungnya, jadilah dia seorang yang dengki, egois dan individualis, bakhil dan tamak terhadap dunia.</span></span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"></p>
<p></span><span class="fullpost"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;">5. Kurang Mengagungkan Allah.</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;"><br />
</span><span class="fullpost"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">Sehingga hilang rasa cemburu dalam hati, kekuatan iman melemah, tidak marah ketika larangan Allah diterjang, serta tidak mengingkari kemungkaran. Tidak mengenal yang ma&#8217;ruf serta tidak peduli terhadap segala kemaksiatan dan dosa.</span></span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"></p>
<p></span><span class="fullpost"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;">6. Kegersangan Hati</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;"><br />
</span><span class="fullpost"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">Kesempitan dada, mengalami kegoncangan, tidak pernah merasakan ketenangan dan kedamaian sama sekali. Hatinya gersang terus-menerus dan selalu gundah terhadap segala sesuatu.</span></span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"></p>
<p></span><span class="fullpost"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;">7. Kemaksiatan Berantai</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;"><br />
</span><span class="fullpost"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">Termasuk fenomena kerasnya hati adalah lahirnya kemaksiatan baru akibat dari kemaksiatan yang telah dilakukan sebelumnya, sehingga menjadi sebuah lingkaran setan yang sangat sulit bagi seseorang untuk melepaskan diri.</span></span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"></p>
<p></span><span class="fullpost"><strong><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;color:black;">Sebab-Sebab Kerasnya Hati</span></strong></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;color:black;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"><br />
<span class="fullpost">Di antara faktor kerasnya hati, yang penting untuk kita ketahui yakni:</span></p>
<p></span><span class="fullpost"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;">1. Ketergantungan Hati kepada Dunia serta Melupakan Akhirat</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;"><br />
</span><span class="fullpost"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">Kalau hati sudah keterlaluan mencintai dunia melebihi akhirat, maka hati tergantung terhadapnya, sehingga lambat laun keimanan menjadi lemah dan akhirnya merasa berat untuk menjalankan ibadah. Kesenangannya hanya kepada urusan dunia belaka, akhirat terabaikan dan bahkan ter-lupakan. Hatinya lalai mengingat maut, maka jadilah dia orang yang panjang angan-angan.</span></span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"><br />
<span class="fullpost">Seorang salaf berkata, &#8220;Tidak ada seorang hamba, kecuali dia mempunyai dua mata di wajahnya untuk memandang seluruh urusan dunia, dan mempunyai dua mata di hati untuk melihat seluruh perkara akhirat. Jika Allah menghendaki kebaikan seorang hamba, maka Dia membuka kedua mata hatinya dan jika Dia menghendaki selain itu (keburukan), maka dia biarkan si hamba sedemikian rupa (tidak mampu melihat dengan mata hati), lalu dia membaca ayat, <em>“Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Qur&#8217;an ataukah hati mereka terkunci.” </em>(Muhammad : 24)</span></p>
<p></span><span class="fullpost"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;">2. Lalai</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;"><br />
</span><span class="fullpost"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">Lalai merupakan penyakit yang berbahaya apabila telah menjalar di dalam hati dan bersarang di dalam jiwa. Karena akan berakibat anggota badan saling mendukung untuk menutup pintu hidayah, sehingga hati akhirnya menjadi terkunci. Allah berfirman, <em>“Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itu lah orang-orang yang lalai”</em> (QS.16:108)</span></span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"><br />
<span class="fullpost">Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala memberitahukan, bahwa orang yang lalai adalah mereka yang memiliki hati keras membatu, tidak mau lembut dan lunak, tidak mempan dengan berbagai nasehat. Dia bagai batu atau bahkan lebih keras lagi, karena mereka punya mata, namun tak mampu melihat kebenaran dan hakikat setiap perkara. Tidak mampu membedakan antara yang bermanfaat dan membahayakan. Mereka juga memiliki telinga, namun hanya digunakan untuk mendengarkan berbagai bentuk kebatilan, kedustaan dan kesia-siaan. Tidak pernah digunakan untuk mendengarkan al-haq dari Kitabullah dan Sunnah Rasul Shalallaahu alaihi wasalam (Periksa QS. Al A&#8217;raf 179)</span></p>
<p></span><span class="fullpost"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;">3. Kawan yang Buruk</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;"><br />
</span><span class="fullpost"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">Ini juga merupakan salah satu sebab terbesar yang mempengaruhi kerasnya hati seseorang. Orang yang hidupnya di tengah gelombang kemaksiatan dan kemungkaran, bergaul dengan manusia yang banyak berku-bang dalam dosa, banyak bergurau dan tertawa tanpa batas, banyak mendengar musik dan menghabiskan hari-harinya untuk film, maka sangat memungkinkan akan terpengaruh oleh kondisi tersebut.</span></span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"></p>
<p></span><span class="fullpost"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;">4. Terbiasa dengan Kemaksiatan dan Kemungkaran</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;"><br />
</span><span class="fullpost"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">Dosa merupakan penghalang seseorang untuk sampai kepada Allah. Ia merupakan pembegal perjalanan menuju kepada-Nya serta membalikkan arah perjalanan yang lurus.</span></span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"><br />
<span class="fullpost">Kemaksiatan meskipun kecil, terkadang memicu terjadinya bentuk kemaksiatan lain yang lebih besar dari yang pertama, sehingga semakin hari semakin bertumpuk tanpa terasa. Dianggapnya hal itu biasa-biasa saja, padahal satu persatu kemaksiatan tersebut masuk ke dalam hati, sehingga menjadi sebuah ketergantungan yang amat berat untuk dilepaskan. Maka melemahlah kebesaran dan keagungan Allah di dalam hati, dan melemah pula jalannya hati menuju Allah dan kampung akhirat, sehingga menjadi terhalang dan bahkan terhenti tak mampu lagi bergerak menuju Allah.</span></p>
<p></span><span class="fullpost"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;">5. Melupakan Maut, Sakarat, Kubur dan Kedahsyatannya.</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;"><br />
</span><span class="fullpost"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">Termasuk seluruh perkara akhirat baik berupa adzab, nikmat, timbangan amal, mahsyar, shirath, Surga dan Neraka, semua telah hilang dari ingatan dan hatinya.</span></span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"></p>
<p></span><span class="fullpost"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;">6. Melakukan Perusak Hati</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;"><br />
</span><span class="fullpost"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">Yang merusak hati sebagaimana dikatakan Imam Ibnul Qayyim ada lima perkara, yaitu banyak bergaul dengan sembarang orang, panjang angan-angan, bergantung kepada selain Allah, berlebihan makan dan berlebihan tidur.</span></span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"></p>
<p></span><span class="fullpost"><strong><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;color:black;">Solusi</span></strong></span><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;color:black;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"><br />
<span class="fullpost">Hati yang lembut dan lunak merupakan nikmat Allah yang sangat besar, karena dia mampu menerima dan menyerap segala yang datang dari Allah. Allah mengancam orang yang berhati keras melalui firman-Nya,</span><br />
<span class="fullpost"><em>“Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang membatu hatinya untuk mengingat Allah.Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.</em> (Az-Zumar: 22)</span></p>
<p><span class="fullpost">Di antara hal-hal yang dapat membantu menghilangkan kerasnya hati dan menjadikannya lunak, lembut dan terbuka untuk menerima kebenaran dari Allah yakni:</span></p>
<p></span><span class="fullpost"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;">1. Ma&#8217;rifat (mengenal) Allah</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;"><br />
</span><span class="fullpost"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">Siapa yang kenal Allah, maka hatinya pasti akan lunak dan lembut, dan siapa yang jahil terhadap-Nya, maka akan keras hatinya. Semakin bodoh seseorang terhadap Allah, maka akan semakin berani melanggar batasan-Nya. Dan semakin seseorang berfikir tentang Allah, maka semakin sadar akan kebesaran Allah, keluasan nikmat serta kekuasaan Nya.</span></span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"></p>
<p></span><span class="fullpost"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;">2. Mengingat Maut</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;"><br />
</span><span class="fullpost"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">Pertanyaan kubur, kegelapannya, sempit dan sepinya, juga penderitaan menjelang sakaratul maut termasuk ke dalam mengingat maut. Memperhatikan pula orang-orang yang telah mendekati kematian dan menghadiri jenazah. Hal itu dapat membangunkan ketertiduran hati kita, dan mengingatkan dari keterlenaan. Sa’id bin Jubair berkata, &#8220;Seandainya mengingat mati lepas dari hatiku, maka aku takut kalau akan merusak hatiku.&#8221;</span></span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"></p>
<p></span><span class="fullpost"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;">3. Berziarah Kubur dan Memikirkan Penghuninya.</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;"><br />
</span><span class="fullpost"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">Bagaimana mereka yang telah ditimbun tanah, bagaimana mereka dulu makan, minum dan berpakaian dan kini telah hancur di dalam kubur, mereka tinggalkan segala yang dimiliki, harta, kekuasaan maupun keluarga, lalu ingat dan berfikir, bahwa sebentar lagi dia juga akan mengalami hal yang sama.</span></span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"></p>
<p></span><span class="fullpost"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;">4. Memperhatikan Ayat-ayat Al- Qur&#8217;an.</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;"><br />
</span><span class="fullpost"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">Memikirkan ancaman dan janjinya, perintah dan larangannya. Karena dengan memikirkan kandungannya, maka hati akan tunduk, iman akan bergerak mendorong untuk berjalan menuju Rabbnya, hati menjadi lunak dan takut kepada Allah.</span></span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"></p>
<p></span><span class="fullpost"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;">5. Mengingat Akhirat dan Kiamat</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;"><br />
</span><span class="fullpost"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">Huru-hara dan kedahsyatannya, Surga dengan kenimatannya, neraka dengan penderitaannya yang disediakan bagi para pelaku dosa dan kemaksiatan.</span></span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"></p>
<p></span><span class="fullpost"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;">6. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;"><br />
</span><span class="fullpost"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">Dzikir dapat melunakan hati yang keras. Karena itu selayaknya seorang hamba mengobati hatinya dengan berdzikir kepada Allah, sebab ketika kelalaian bertambah, maka kekerasan hati makin memuncak pula.</span></span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"></p>
<p></span><span class="fullpost"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;">7. Mendatangi Orang Shalih dan Bergaul dengen Mereka.</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;"><br />
</span><span class="fullpost"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">Orang shaleh akan memberikan semangat ketika kita lemah, mengingatkan ketika lupa, dan memberikan jalan ketika kita bingung dan pertemuan dengan mereka akan membantu kita dalam melakukan ketaatan kepada Allah</span></span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"></p>
<p></span><span class="fullpost"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;">8. Berjuang, Introspeksi dan Melihat Kekurangan Diri.</span></strong></span><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:black;"><br />
</span><span class="fullpost"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;">Manusia, jika tidak mau berjuang, introspeksi dan melihat kekurangan diri, maka dia tidak tahu, bahwa dirinya sakit dan banyak kekurangan. Jika dia tidak merasa sakit atau punya kekurangan, maka bagaimana mungkin dia akan memperbaiki diri atau berobat?</span></span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"></p>
<p><span class="fullpost">Wallahu a’lam, semoga Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala melunakkan hati kita semua untuk menerima dan menjalankan kebenaran, amin ya Rabbal ‘alamin.</span></p>
<p><span class="fullpost"><strong>Sumber : Kutaib “Limadza Taqsu Qulubuna” Al-Qism al-Ilmi Darul Wathan.</strong></span><strong><br />
<span class="fullpost">dikutip dari :</span></strong></span><span class="fullpost"><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:&quot;color:black;"><a href="http://www.alsofwah.or.id/" target="_blank"><span style="font-size:10pt;"> www.alsofwah. or.id</span></a></span></strong></span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:black;"></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ponpesdaudpadang.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ponpesdaudpadang.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ponpesdaudpadang.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ponpesdaudpadang.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ponpesdaudpadang.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ponpesdaudpadang.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ponpesdaudpadang.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ponpesdaudpadang.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ponpesdaudpadang.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ponpesdaudpadang.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ponpesdaudpadang.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ponpesdaudpadang.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ponpesdaudpadang.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ponpesdaudpadang.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ponpesdaudpadang.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ponpesdaudpadang.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ponpesdaudpadang.wordpress.com&amp;blog=3772862&amp;post=5&amp;subd=ponpesdaudpadang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ponpesdaudpadang.wordpress.com/2008/05/20/mengapa-hati-keras-membatu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/32d4b874589777f29a08862c0c289fc3?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ponpesdaudpadang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PONPES DAUD KHOLIFATULLOH CABANG PADANG</title>
		<link>http://ponpesdaudpadang.wordpress.com/2008/05/20/ponpes-daud-kholifatulloh-cabang-padang/</link>
		<comments>http://ponpesdaudpadang.wordpress.com/2008/05/20/ponpes-daud-kholifatulloh-cabang-padang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 May 2008 12:35:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ponpesdaudpadang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Ponpes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ponpesdaudpadang.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Pada mula berdirinya sekitar akhir tahun 2000, pondok pesantren ini bernama Pondok Pesantren Sururum Marfuu’ah, dengan menempati rumah sewaan yang beralamat di Jalan Siak komplek Gor H. Agus Salim Padang. Pada tahun pertama saat itu jumlah santri ada 6 orang. Santri-santri yang masuk ke pesantren ini sama sekali tidak dipungut biaya melainkan mereka hanya dituntut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ponpesdaudpadang.wordpress.com&amp;blog=3772862&amp;post=4&amp;subd=ponpesdaudpadang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada mula berdirinya sekitar akhir tahun 2000, pondok pesantren ini bernama        Pondok Pesantren Sururum Marfuu’ah, dengan menempati rumah sewaan yang beralamat        di Jalan Siak komplek Gor H. Agus Salim Padang. Pada tahun pertama saat        itu jumlah santri ada 6 orang. Santri-santri yang masuk ke pesantren ini        sama sekali tidak dipungut biaya melainkan mereka hanya dituntut untuk bersungguh-sungguh        dalam mempelajari ilmu agama. Segala pembiayaan operasional ditanggung oleh        usaha-usaha yang dikelola oleh ketua pondok sendiri dan donatur-donatur        yang peduli tanpa ada ikatan.</p>
<p>Kurang setahun berjalan pondok pesantren ini pindah ke rumah kontrakan        yang beralamat di Jalan Karet No.2 kel. Padang Pasir kec. Padang Barat,        lokasinya tidak berapa jauh dan tempat semula karena masih satu kecamatan.</p>
<p>Dalam hal pendidikan, pondok pesantren ini mengajarkan beberapa mata pelajaran        kepesantrenan dengan lebih menitikberatkan kepada pelajaran aqidah tauhid        dan pemahaman tentang perjalanan Islam berdasarkan siroh Nabi Muhammad SAW.        Aktivitas pesantren terus berjalan dengan pembenahan sana-sini dan peningkatan        ekonomi sebagai penopang operasional. Jumlah santri setiap tahun ajaran        ban rata-rata 10 orang santri.</p>
<p>Setelah beberapa tahun kemudian pada bulan Januari 2005, pondok pesantren        ini bergabung dengan Yayasan Islam Daud Kholifatulloh yang berpusat di Madiun        Jawa Timur dan sekaligus berganti nama dengan SMA Plus Pondok Pesantren        Daud Kholifatulloh, dengan dikeluarkannya SK pengangkatan dari pusat (lampiran1).        Dalam berapa waktu kemudian dengan izin Allah SWT pondok pesantren ini mendapatkan        lokasi baru, sekarang beralamat di Jalan Bandes Kelurahan Gurun Laweh Kecamatan        Nanggalo &#8211; Padang Sumatera Barat. Mengenai bangunan yang digunakan untuk        pesantren ini adalah mempakan bangunan kontrak dengan perjanjian yang telah        disepakati masing-masing pihak dengan durasi selania 6 tahun, terhitung        dan tanggal 12 Juli 2005 s.d 12 Juli 2011 (lampiran 2).</p>
<p>Segala persiapan seperti renovasi bangunan, izin operasional, penambaban        sarana pendidikan, staf pengajar, perekrutan santri baru, kurikulum dan        metoda pengajaran telah diusahakan sejak Februari 2005. Pada tanggal 1 Agustus        2005 PBM dimulai untuk tahun ajaran 2005/2006 dengan jumlah santri 11 orang        dan lulusan tsanawiyah dan pada tahun ajaran 2006/2007 jumlah santri 15        orang dengan lulusan yang sama.</p>
<p>Sistem pendidikan menggabungkan kegiatan kepesantrenan dengan mata pelajaran        Aliyah umum kurikulum pendidikan nasional ditambah dengan pembinaan ilmu        keislaman pada malam harinya sebelum waktu istirahat.</p>
<p>Setelah berjalan selama 3 semester, atas kesepakatan yayasan, pesantren        ini kembali merubah sistem pengajaran dengan sistem Salafiyah dan berganti        nama lagi dengan Pondok Pesantren Salafiyah Daud Khohfatulloh, yang mana        dengan sistern ini pengajaran lebih memfokuskan pada pendalaman kitab-kitab        arab gundul sesuai sasaran yang diinginkan dan mempelajari pelajaran umum        hanya yang di ujikan pada UAN nantinya.</p>
<p>Untuk penerinman santri tahun ajaran 2007/2008, InsyaAllah kami akan menerima        santri dan lulusan ibtida’iyah atau SD sederajat sebagaimana lazimnya masa        belajar di pondok pesantren lain pada umumnya yaitu selama 6 sampai 7 tahun        dengan tujuan agar ilmu-ilmu keislaman yang dipelajari selama berada di        pesantren benar-benar dapat dikuasai santri dan mencapai target yang telah        ditentukan.</p>
<p>Untuk melihat foto-foto tentang Pondok Pesantren Daud Kholifatulloh, bisa klik <a title="Foto-foto Ponpes Daud Padang" href="http://www.pak-professor.com/foto.swf" target="_blank">disini<br />
</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ponpesdaudpadang.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ponpesdaudpadang.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ponpesdaudpadang.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ponpesdaudpadang.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ponpesdaudpadang.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ponpesdaudpadang.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ponpesdaudpadang.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ponpesdaudpadang.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ponpesdaudpadang.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ponpesdaudpadang.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ponpesdaudpadang.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ponpesdaudpadang.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ponpesdaudpadang.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ponpesdaudpadang.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ponpesdaudpadang.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ponpesdaudpadang.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ponpesdaudpadang.wordpress.com&amp;blog=3772862&amp;post=4&amp;subd=ponpesdaudpadang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ponpesdaudpadang.wordpress.com/2008/05/20/ponpes-daud-kholifatulloh-cabang-padang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/32d4b874589777f29a08862c0c289fc3?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ponpesdaudpadang</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
